Henrisetiawan’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Strategi Diversifikasi Produk

Strategi diversifikasi bisa dijelaskan dengan menggunakan framework Product-Market Matrix oleh Ansoff. Matrix Ansoff ini membantu pengambilan keputusan strategis dalam business development, dengan mempertimbangkan pengembangan bisnis melalui produk lama/baru (existing/new products) di dalam pasar yang lama/baru (existing/new market).

Ada empat kombinasi product/market dalam matrix Ansoff yang menghasilkan empat pilihan strategi bisnis, yaitu:

1. Market Penetration : Existing products – Existing market

2. Product Development : Existing market – New products

3. Market Development : Existing products – New market

4. Diversification : New market – New products

Setiap strategi punya kelebihan dan kekurangan, sehingga perusahaan perlu mereview terlebih dahulu strategi mana (saja) yang bisa digunakan dan layak untuk situasi yang dihadapinya saat ini.

Strategi diversifikasi adalah sebuah strategi yang paling kompleks implikasinya , karena bagi perusahaan, ini akan menjadi pengalaman baru, baik dari segi pasarnya (new market), maupun dari segi produknya (new products). Pada dasarnya keputusan untuk melakukan diversifikasi akan mengandung resiko bisnis yang tinggi. Perusahaan harus melakukan studi kelayakan (feasibility study) terlebih dahulu, misalnya saja apakah channel distribusi yang baru akan cukup mendukung karena distribusi menjadi faktor utama keberhasilan produk. Demikian pula, harus diyakini bahwa produk baru tersebut memang sesuai dengan minat konsumen dimana perusahaan bisa memproduksinya dengan kualitas yang sama baiknya dengan produk-produk lamanya. Untuk mengurangi resiko kegagalan, biasanya dilakukan test market terlebih dahulu, artinya produk baru ini dicoba dipasarkan di kota tertentu sambil dimonitor sejauh mana penerimaan pasar/konsumennya. Setelah mempelajari hasil test market dan modifikasi produk apabila diperlukan, barulah produk dipasarkan di pasar yang lebih luas.

Sebelum mengambil keputusan diversifikasi, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu ketiga strategi lainnya. Bagaimanakah potensi produk lama untuk dikembangkan di pasar lama (market penetration), karena bisa jadi masih banyak yang bisa digarap disana. Pilihan berikutnya adalah pengembangan produk yang sudah ada ke pasar baru (market development), ataupun bila telah siap dengan pengembangan produk baru, pertimbangkan juga untuk memasarkan produk baru tersebut di pasar yang lama (product development).

Tentunya diversifikasi tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan strategi bagi perusahaan. Yang sering dilaksanakan adalah strategi diversifikasi dikombinasi dengan satu dari ketiga strategi lainnya, apakah itu market penetration/product development/market development. Ini tergantung dari kesiapan perusahaan dari segi resources (people, money and time).

Mengenal segmentasi pasar juga dibutuhkan dalam Matrix Ansoff, khususnya untuk mengetahui peta penggunaan produk saat ini berada di segmen mana. Yang disebut dengan pengembangan pasar lama atau baru (existing dan new market) tidak selalu dari segi area geografis saja, tetapi bisa saja dari segi segmen pasarnya. Existing market merefleksikan segmen dimana produk kita sudah digunakan, sedangkan new market ditujukan untuk menjelaskan segmen yang baru/ belum digarap. Untuk memperoleh informasi tentang kekuatan/kelemahan produk kita di sebuah segmen, atau sampai dimana penetrasi sudah dilakukan, harus dengan penggalian informasi terus-menerus, melalui monitoring data penjualan di tiap segmen/area, hasil survei penggunaan produk di tingkat konsumen, dll. Disinilah peranan teknologi informasi dalam pemasaran, karena mengelola informasi/data yang begitu banyak dan kompleks hanya bisa disederhanakan dengan bantuan teknologi informasi.

September 11, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Management | | 1 Komentar

Masa Depan Content

Sambil browsing seharian mencari idea-idea baru, kesasar dalam wahana blogger, ternyata cukup menarik akses content ini, selain blogger sekarang sudah sangat kreatif (lihat website berikut : www.geocities.com/lofriman.rm/ atau www.geocities.com/lofriman/) ada beberapa hal yang sangat bermanfaat untuk knowledge kita semua seperti blogger dari salatiga Romi Satria Wahono dengan blog-nya – http://romisatriawahono.net. sebagai salah satu media untuk melihat perkembangan dunia IT, telekomunikasi maupun sekedar belajar.

Kemunculan blogger memicu beberapa idea baru yang sebenarnya ga pernah kepikir sama sekali seperti Kronologger. kronologger.com adalah layanan micro-blogging, yaitu aktivitas ngeblog dengan posting-posting singkat yang menceritakan apa yang sedang Anda kerjakan; di mana; dengan siapa; mengapa; dan bagaimana kejadian atau peristiwa berlangsung. Semacam pengalaman dan observasi singkat on the spot. Jadi statusnya ‘almost real-time’. Karena micro-blogging juga dikenal dengan istilah mobile-blogging, maka posting kronologger.com akan lebih asyik dilakukan secara mobile pula; pakai ponsel atau PDA, misalnya. Cukup gunakan alamat kronologger.com/gprs, Anda akan dengan mudah membaca atau mengirim posting kron baru lewat ponsel: selain servernya yang memang berada di Indonesia, aplikasi di kronologger.com sudah didesain ramah browser telepon genggam. Hai coba cek aktivitas teman anda melalui ponsel di http://namatemananda.kronologger.com/gprs.

Jadi sebenarnya kalau kita lihat content akan berkembang dengan pesatnya, dimana akses bukan lagi sekedar untuk internet dan browsing, namun lebih unik lagi karena personal dan sharing experience menjadi kasanah utama untuk berbagi.

Mengambil pemikiran dari fakta tersebut, sebenarnya TELKOM saat ini sudah dalam kondisi harus bisa menyiapkan diri untuk menghadapi perkembangan ini semua, pada Surfer tidak lagi melihat akses menggunakan apa, asalkan mereka senantiasa bisa koneksi online. Dan ini merupakan peluang yang sangat besar bagi bisnis TELKOM.

Satu hal lagi yang menjadi pertimbangan, coba akses http://boleh.com dimana apa yang dijual adalah hanya khayalan dengan virtual store yang terbungkus dengan beragam idea baru seperti avatar, voucher, community yang terhubung dalam bentuk Game Online seperti Xian, Gunbound etc, saat ini diklaim telah mencapai komunitas sebesar 25 juta (lebih banyak dari line Fixed Line TELKOM) dan terus berkembang.

Oleh karena itu, dari sisi Riset Bisnis sudah waktunya untuk memikirkan dan memberikan idea-idea baru mengenai apa yang harus disiapkan oleh TELKOM bukan hanya dari segi infrastruktur namun suatu kajian kedepan, kira-kira apa saja yang bisa di-drive oleh TELKOM sebagai THIRD WAVE of REVENUE GENERATOR.

Mungkin acara ngumpul di Kafe perlu sebagai agenda rutin RDC, sebagai ajang untuk ngobrol dan melihat kondisi saat ini bagaimana suatu trend itu terbentuk hanya karena Melsa.Net mengeluarkan Hotspot gratis ?

September 11, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Contents, Trend | | Belum Ada Tanggapan