Henrisetiawan’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

4 Perubahan TELKOM

Dalam melaksanakan 10 strategic initiative yang telah dilaunching pada tanggal 27 Sepetember 2007, kemudian disertai dengan lahirnya CSS 2008 Roadmap, maka TELKOM akan melakukan 4 perubahan yaitu, pertama perubahan portofolio bisnis dari single play menjadi multiplay yang tidak sekedar telekomunikasi tapi TIME (Telecommunication Information Multimedia and Entertainment). Kedua adalah perubahan warna bisnis  yaitu memasarkan produk-produk fixed phone tetapi juga Broadband berbasis NGN dan untuk RKAP 2008 agar revenue untuk Non POTS seperti Flexi, Speedy prosinya lebih diperbesar. Ketiga, perubahan sistem. Dalam rangka mengikuti perkembangan teknologi, TELKOM harus merubaha pelayanan yang konvensional menjadi lebh profesional dan high tech. Dukungan INFUSION bagi backroom akan mengubah sistem pelyaanan kepada pelanggan, seperti TENOS (Telkom Network Operation System); TIBS (Telkom Integrated Billing System); TCARE (Telkom Customer Care). Dan keempat adalah perubahan perilaku pelayanan sumber daya manusia TELKOM  karena perusahaan telah menyediakan alat-alat yang canggih sehingga SDM TELKOM dituntut lebih cepat dan lebih peduli dalam melayani pelanggan. Secanggih apapun basis infrastruktur yang dimiliki TELKLOM apabila tidak ditunjang oleh SDM yang tanggap terhadap permasalahan perusahaan dan pelanggan maka pelayanan dan bisnis TELKOM tidak akan berhasil. SDM TELKOM bisa membaca dan menjawab kompetisi yang telah bergulir dalam percaturan bisnis telekomunikasi dalam negeri.

Oktober 2, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Strategi | | No Comments Yet

WiMAX masih Lamaaaaaaaaaa………

Meski koneksi wireless berbasis WiMAX telah banyak di jumpai di beberapa negara –bahkan Indonesia– namun tampaknya perjalananan protokol anyar nirkabel ini bakal masih panjang.

Apa pasal? Ada persepsi yang salah di kalangan operator jaringan komunikasi bahwa WiMAX bakal menggantikan eksistensi mereka dengan Voip dan Internet. Tak hanya itu, kalangan pengembang mobile device masih ragu-ragu dengan masa depan, kompatibilitas serta dukungan terhadap protocol baru ini.

Melihat kondisi yang ada, tak heran jika kalangan pengamat memperkirakan dibutuhkan waktu paling cepat 10 tahun mendatang, untuk membuat WiMAX mampu mencapai kondisi seperti Wi-Fi saat ini.

Saat dikonfirmasikan mengenai kondisi ini, Sriram Viswanathan, vice president, Intel Capital and general manager, WiMAX Program Office, Intel Corporation di sela-sela acara IDF San Fransisco secara tegas menolak perkiraan tersebut. Kelambatan perkembangan teknologi WiMAX lebih dikarenakan fenomena teknologi baru ketimbang keengganan dukungan pihak lain. Intel sendiri selaku inisiator dari protokol IEEE 802.16 (WiMAX) merasa berkepentingan untuk menepis sentimen negatif semacam itu.

Sriram mengatakan, “Meski WiMAX saat ini belum sepopuler seperti Wi-FI, namun Intel melihat masa depan yang cerah dan harapan baru di protocol ini. Kami lebih melihat ke depan ketimbang proses yang ada saat ini.”

Sriram menambahkan saat ini Intel tengah memfokuskan pengembangan WiMAX sebagai protocol utama jaringan komunikasi di 10 wilayah dengan potensi komunikasi data terbesar yakni China, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, India, Jepang, Komunitas Uni Eropa, Brazilia, Kanada, dan Meksiko.

“Kami memastikan bahwa kehadiran WiMAX adalah sebagai pelengkap industri selular dan tidak akan mematikannya, protokol baru ini nantinya akan memberikan keuntungan bagi banyak pihak mulai dari penyedia jasa telekomunikasi, vendor mobile gadget, ISV, ISP hingga penggunanya handphone itu sendiri.” Tandas Sriram menegaskan.

Intel sendiri saat ini tengah menjalankan kerjasama dengan lima vendor pengembang notebook terkemuka yakni, Toshiba, Lenovo, Asus, Panasonic dan Acer untuk mengimplementasikan teknologi WiMAX di semua produk notebook berplatform Santa Rosa dan Montevina terbaru mereka.

Meski Intel sendiri tengah serius untuk mengembangkan protokol ini, tentunya dibutuhkan waktu untuk dapat mewujudkannya, Tampaknya jalan WiMAX memang masih panjang, Setidaknya tidak di tahun ini dan mendatang.

September 24, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Strategi, Strategik, Warung Kopi | | No Comments Yet

“Marketing is Perception”

Persepsi yang dimaksud adalah persepsi pelanggan terutama pelanggan korporasi terhadap penyelenggara layanan telekomunikasi. Untuk meningkatkan persepsi pelanggan terhadap TELKOM di tengah gencarnya aksi kompetitor, perlu diwujudkan upaya Winning The Customer Mind Share melalui langkah yang strategik, taktis dan operasional yang sinergis.

Selanjutnya ada beberapa langkah strategik yang perlu ditempuh untuk membentuk persepsi pelanggan. Pertama adalah implementasi strategi Enterprise Winning Way. Strategi ini diterapkan di DIVES dan dikenal dengan nama Magnificent-7 (M7) yang memiliki 4 Key Success, 8 Key Initiatives dan 16 Program Utama dengan Siprit “Together Nothing Impossible”. Kedua adalah penerapan Customer Centric yang diwujudkan melalui transformasi organisasi di lingkunan DITEWS, tujuannya adalah untuk lebih memfokuskan aktivitas pengelolaan pelanggan korporasi.

Selain langkah strategik dalam Winning The Customer Mind Share juga ditempuh langkah taktis melalui implementasi branding TELKOM Solution Business Partner. TELKOM memposisikan diri sebagai mitra/partner bagi pelanggan dalam meningkatkan bisnisnya melalui berbagai solusi strategis yang ditawarkan. Langkah strategik lainnya adalah Winning on Bidding. Dari 80 proposal tender yang ditawarkan kepada pelanggan, 100% dimenangkan oleh TELKOM. Dalam hal ini sangat sulit bagi kompetitor untuk mengalahkan TELKOM kecuali jika terjadi kesalahan yang dilakukan TELKOM. Selain itu perlu pula adanya Implementasi Incentive Winning Team berupa pemberian insentif kepada team yang telah memenangkan bidding dalam skala besar. Hal ini adalah sesuatu yang wajar di dunia marketing atau sales dan menjadi pelengkap langkah strategik lainnya.

Beberapa langkah Winning The Customer Mind Share di level operasional, berupa Integrated Marketing Communication di High End Market. Dengan menjadikan TELKOM sebagai pusat perhatian di berbagai media melalui pemberitaan yang baik dapat meningkatkan persepsi positif pelanggan. Hal lainnya adalah penyelenggaraan C2Care dan TSH (TELKOM Solution House) yang merupakan upaya service plus bagi pelanggan korporasi. Hadirnya C2Care Car merupakan bentuk kepedulian TELKOM dalam melakukan mobile services dan diharapkan dapat meningkatkan image/tangibility TELKOM di mata pelanggannya. Sedangkan TELKOM Solution House di Lobby Gedung Chase Plaza Jl. Sudirman Kav.21 Jakarta, adalah langkah nyata dalam mewujudkan TELKOM Solution Business Partner.

September 12, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Management, Strategi | | 1 Komentar

Mem-BACA-kan Speedy

Speedy adalah salah satu produk unggulan Telkom yang diharapkan akan mampu mendongkrak revenue Telkom disisi layanan broadband. Sejak digelar sebagai suatu layanan pertengahan tahun 2005 yang lalu, Speedy telah dianggap suatu produk yang cukup sukses dipasaran. Namun dari segi target yang akan dicapai masih jauh dari sasaran, kondisi ini membutuhkan suatu analisa dalam strategi pemasaran dilihat dari segi pengembangan produk layanan Speedy sendiri sampai dengan langkah yang dapat ditempuh guna meningkatkan angka penjualan dari produk layanan Speedy ini. Disamping rencana penjualan, Telkom juga perlu untuk memikirkan strategi jangka panjang akan layanan Speedy ini, bagaimana produk ini akan melekat dimasyarakat dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat disamping dapat meningkatkan penetrasi broadband di Indonesia.

Dalam tulisan ini mengulas mengenai suatu konsep peluncuran layanan yang diharapkan akan mampu memberikan masukan untuk pemasaran Speedy. Konsep ini melihat pada beberapa parameter yang berdasarkan pada suatu konsep BACA – Branding, Awareness, Cost dan Availability, diharapkan akan mampu untuk meningkatkan value dari layanan Speedy ini sehingga dapat mendongkrak revenue bagi Telkom disamping meningkatkan citra perusahaan.

September 12, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Management, Strategi | | No Comments Yet