Henrisetiawan’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Halal Bihalal

Day 1 at office, menarik sekali, pagi2 dah pada ngumpul untuk acara yang ditunggu2 tiap tahun, halal bihalal. Luar biasa ya, tradisi ini emang cuman ada di Indonesia kali ya, sangat bermanfaat dan menyenangkan ketemu dengan teman-teman sejawat, yang ga pernah disangka-sangka muncul didepan kita berjabat tangan dan bercanda gurau. Kadang acara semacam ini emang yang ditunggu-tunggu, entah sekedar melepas kerinduan, mencari informasi maupun sekedar basa-basi.

Yang menarik dari kegiatan halal bihalal dikantor pagi ini adalah orangnya kok cuman sedikit ya, berkurang dari tahun lalu, kayaknya sich masih pada cuti atau memanjangkan cuti karena terjebak macet or males untuk balik mengikuti arus balik. But anyway, seneng deh tadi ketemu dengan para Big Boss, sempet ketawa ketiwi gitu deh, tapi ya yang enak lagi dikasih snack booo….dari Prima Rasa lagi…..

Mudah-mudahan hari pertama masuk kantor lagi setelah lebaran menjadi awal yang baik untuk kita semua, sukses selalu.

Regards dari pojok Gerlong.

Oktober 6, 2008 Ditulis oleh henrisetiawan | Warung Kopi | | 1 Komentar

Cerita Seputar Link Putus

Akses ke  website luar negeri ada masalah?   Yang  di  laut  kan  sudah  lebih dari 10 hari putus. dan memang sdh   dialihkan  ke  jalur  darat.  Seharusnya kalau sudah 10 hari putus, dan hanya   mengandalkan  jalur  darat  sudah  bisa  membuat  kontigensi,  dan  statusnya  sudah darurat. Jalur darat harus dibuat dua jalur juga.  Terbukti yang darat ambrol juga. Jadi tidak bisa berbangga kita punya 2 jalur.   Karena kalau 1 jalur putus (skkl) time to repairnya lama sekali.

Sejak terputusnya SKKLTJN-TPS km 39.5, seluruh  Area  Network  Infratel khususnya yang dilalui Network Ring I Jasuka   melaksanakan  SIAGA  1  dengan melaksanakan patroli setiap hari pada   rute  FO backbone dan menyiapkan link kontingensi E1 via GMD Transum   I  Ch-X sejak  terputusnya  SKKL.  Namun  bisa  dibayangkankan…   kapasitas Jasuka yang saat ini operasi 2 x STM-64 versus GMD Transum   I PDH 140 Mbps ~ 64E1 ? Itu  salah  satu upaya antisipasi bila terjadi putus FO didarat   karena  kami  dan juga manajemen pasti tahu jika dengan kondisi SKKL   demikian  dan  FO darat putus, pastiSumatera…outage. Dan saat  FO darat putus, kami fokus untuk menghidupkan Jasuka dulu.

Kontingensi  FO  darat kami upayakan dengan mencoba FO RMJ maupun FO backbone  dalam kota via sto Kenten Ujung. Yang pertama gagal karena   perbedaan  type  kabel tidak support untuk Jasuka. Sedangkan yang   kedua  gagal  karena untuk membentuk link kontingensi via sto kenten   ujung  harus  membuat optical tie line antar gedung dan ruangan yang   berpotensi  menambah  redaman  kabel  sehingga  saat  diintegrasikan   termonitor  span loss akibat total redaman yang terlalu tinggi melebihi  yang  diharapkan sistem. Disamping itu, perbaikan OSP yg terganggu terus diupayakan. Mengapa lama recovery-nya….ternyata perbaikan   OSP-nya juga sangat “kompleks”.

Dari kejadian kemarin yang memang tidak pernah kami duga sebelumnya,   dimana  kami berasumsi bahwa rute kabel FO dalam duct kabel aman, ternyata  salah (FO darat yang putus lalu pada rute duct dalam kota   Palembang),  ke  depan akan diupayakan pembuatan kontingensi rute FO   untuk antisipasi seperti kejadian yg lalu.Musti  sewa  kapal dari Singapore, terus perbaikan kan ada antriannya. Seperti  kasus  kemarin  menunggu perbaikan skkl Indosat dulu, baru gilirannya Telkom.

Telkom  sudah masuk dalam konsorsiumSEAIOCMA     (The  South  East Asia and Indian Ocean Cable Maintenance Agreement)   dengan  iuran  pertahun  yang  jumlahnya  cukup  besar.  Dalam konsorsium  tersebut perusahaan yang menangani perbaikan kabel     laut  adalah  ACPL  (Asean Cableship Pte.Ltd.) yang bermarkas di Singapura.  Terkait  kejadian  putusnya kabel SKKL Jasuka ruas     TJN-TPS  tanggal  20-02-2008,  Telkom cq Divisi Infratel langsung     kontak  ke ACPL  untuk  proses  perbaikan  dan  mendapat respon:  perbaikan  akan dilaksanakan pada range waktu tgl 25-02 s.d 07-03 2008. Saat itu Cableship Asean Restorer sudah standby di Singapura.

Mengapa lama…? Proses perbaikan dimulai dengan loading kabel  di cableship, permintaan entry permit kepada pemerintah Indonesia     (ini  yang paling lama-/+5 hari ssi pengalaman), pelayaran dari port base  ke lokasi gangguan(-/+26jam), clearence entry permit     syahbandar   di   lokasi   kewenangan area lautnya(-/+6   jam), pencarian  kabel  laut  yang  putus,  pengetesan optical &     elecrical  sebelum  proses penyambungan, penyambungan kabel laut,     pengetesan  optical  &  electrical  lagi setelah penyambungan dan     clearence  exit permit lagi. Intinya … Telkom sudah tahu apa yang harus dilakukan dan lamanya proses tergantung juga kepada pihak eksternal.

Maret 3, 2008 Ditulis oleh henrisetiawan | Warung Kopi | | No Comments Yet

Kekuatan Latheral Marketing

Dua minggu terakhir ini, saya keliling di Jakarta Pusat dan Batam, melihat kondisi pemasaran PSTN yang senantiasa turun. Satu hal yang mirip antara Jakarta Pusat dan Batam adalah Sales Force yang begitu semangat, bayangkan saja dengan gaji minimal, mereka bisa membawa revenue hampir 60% dari total sales. Kalau memang ditanggapi dengan baik, maka sales PSTN tidak akan turun sedrastis saat ini, namun karena kondisinya memang benar-benar parah, maka PSTN dianggap tidak lagi prospektif.

Kenapa saya mengatakan parah, saat sales melonjak akibat tingginya demand, sales yang begitu mudah diperoleh tetapi tidak ditindaklanjuti dengan after sales yang benar, artinya setiap sales tidak diikuti dengan pemberian barang secara tepat waktu, ada saja kendala yang dihadapi mulai dari keterbatasan alat produksi sampai dengan alasan keterbatasan SDM. Suatu alasan klasik yang sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi.

Latheral marketing merupakan sales yang telah dilakukan Telkom selama ini, namun sales yang terjadi tidak bisa diwujudkan menjadi revenue real. Dijaman yang serba cepat seperti saat ini, masih ada perusahaan yang tidak tahu harus berbuat apa karena produk-nya turun. Tidak ada salahnya untuk leading supply, karena customer butuh cepat dan yang paling penting kualitas layanan sendiri menjadi hal yang paling krusial.

First Media saja yang sekedar ganti baju dari Kabelvision, belum berubah secara pelayanan, namun dari segi performansi lebih  baik sekalipun yang dilakukan hanya sekedar mengganti CMTS, namun dampak ke masyarakat sangat besar, customer puas. Sedangkan dilihat dari segi kualitas, dengan dibukanya port-port akses, customer begitu haus untuk download memakan bandwidth yang menjadi media marketing First Media, namun ini hanya temporary, setelah customer terbius, apapun bisa dijadikan alasan.

Pelajaran demi pelajaran semakin banyak dan menarik untuk dipelajari, namun masalahnya adalah bagaimana bisa diterapkan diperusahaan Telkom ini. The question is not about how, but whom we need to influence.

November 20, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Warung Kopi | | No Comments Yet

Pelajaran Trip Malaysia : People are Unique

Minggu lalu saya diajak teman ke Malaysia, kita berangkat berlima dengan tujuan trip to Malaysia for playing around. Baru kali ini saya pergi tanpa membawa komputer notebook dan tujuan hanya untuk main. But, anyway ini adalah trip yang cukup menyenangkan. Berlima kita baru kenal beberapa waktu yang lalu saat ada training di Bandung dan kita merasa cocok satu dengan yang lain. Beberapa kali kita hanya sempat ketemu virtual karena memang saya ada di Bandung dan mereka kebanyakan ada di Jakarta.

Tanggal 17 Oktober 2007, sebagai waktu yang telah disepakati, kita bertemu di McDonald Terminal 2D Jakarta. Pagi itu karena merasa akan macet, saya berangkat pagi-pagi sekitar jam 5 untuk mengejar pesawat jam 11. Terlalu pesimis sebenarnya namun hal ini karena pengalaman sebelumnya bahwa arus balik biasanya sangat ramai, lebih baik agak maju berangkatnya. Namun ternyata prediksi saya salah, 2 jam waktu tempuh sudah masuk ke Cengkareng, quite surprise but it is true. Jam 7.15, saya sudah turun di Terminal 2D, celingukan tanpa tujuan karena prediksi yang salah tadi. Langsung saja saya menuju ke McDonald, sambil nunggu dan sarapan.

Setelah membeli double cheese burger packet, langsung aja menuju ketempat saya menaruh tas, ternyata tempat tadi sudah ada orang yang duduk dengan seenaknya saja, padahal ada tas saya disitu sebagai tanda ada yang nempatin. But, pagi itu saya merasa malas untuk debat, saya ambil tas dan pindah. Ada 2 pemikiran saya melihat orang tadi, orang itu masih muda perawakan sedang, macam orang Sumatera. Satu hal yang saya pikirkan adalah may be that person is a thief, karena dia langsung duduk ditempat yang sudah ada tas orang lain. Kedua adalah pemikiran orang tersebut memang dari kampung yang kurang ngerti tata krama. Jadi dengan seenaknya saja dia duduk ditempat orang. Anyway, that kind of person memang banyak di Indonesia, hanya mau enaknya saja tanpa mikirin orang lain. Yang penting enak…..kata salahsatu promosi iklan.

Sambil sarapan, saya call teman-teman, satu orang ternyata sudah datang duluan, quite surprise karena dia tidak menunggu ditempat yang sudah dijanjikan. Dia lebih memilih untuk menunggu di Dunkin Donut didalam, untuk sarapan Sandwitch. Lho kok gitu ya, pemikiran saya, mungkin karena memang dia ndak suka McDonald. Namun dari telpon, alasan dia adalah karena panas di luar. Ok, that make sense.

Teman lain belum datang, karena memang mereka berdomisilit di Jakarta sehingga masih terlalu pagi untuk datang. Anyway, saya menikmati kesendirian dengan double cheess tadi.

Setengah sembilan, teman saya masih belum mau datang ke McDonald, dia bilang mendingan nunggu di Dunkin Donut, ok deh….saya nunggu aja di McDonald karena memang kesepakatan demikian, kepikiran juga untuk pindah namun khawatir teman-teman lain bingung. Konsisten dengan perjanjian awal karena 3 orang lagi masih belum hadir. Tak lama, datang satu orang teman, dengan membawa tas besar, quite surprise karena saya ndak menyangka perlu membawa tas sebesar itu, sewaktu datang saya tanyain, wah mau borong nich bawa tas segitu besar. Dia bilang langsung ke saya, daripada harus beli tas lagi, mendingan bawa yang besar. Tipikal yang tidak bisa dipungkirin, pelancong Indonesia memang terkenal untuk royal dalam belanja, beli tas untuk barang-barang yang dibeli sudah menjadi suatu tradisi tersendiri.

Waktu terus berlalu, teman saya menanyakan siapa yang sudah datang, saya bilang satu sudah datang tapi nunggu didalam, panas katanya. Ok, kalau gitu kita tunggu saja disini. Tak lama 2 orang orang lagi datang, mereka langsung menuju McDonald karena memang tempat itu adalah tempat perjanjian pertemuan.

Disini saya belajar mengamati konsitensi, secara sadar maupun tidak suatu komitmen memang harus dipegang, bila tadi saya ikutan pindah kedalam memang secara lokasi lebih enak untuk saya karena lebih sejuk, namun akan mempersulit teman-teman yang lain karena perjanjian pertemuan diluar. Kondisi ini memperlihatkan bahwa konsistensi dari awal memang perlu dipegang.

Satu hal kenapa teman saya didalam ndak mau keluar ternyata dia bertemu dengan salah satu TKW yang mau ke Brunei, sehingga dia melupakan teman-teman lain yang menunggu di McDonald, dongkol juga sich kita yang nungguin dia, namun karena baru kenal, kita anggap it is just a joke.

Ternyata memang teman kita yang satu itu unique sekali, setelah kita cari kedalam, kita bertemu untuk bagi-bagi ticket pesawat, setelah itu dia ngilang lagi….kita pikir adalah ke toilet, namun tak lama dia sms, kenapa lama sekali diluar, sudah ditunggu nich didalam. Sialan juga, kita nungguin dia, eh..malahan tanpa basa-basi dia bilang ngapain nunggu diluar….kita ketawa juga, karena masih berpikir ini adalah joke.

Namun ternyata ini adalah tipikal teman satu itu, dia cenderung untuk berjalan sendiri, tidak perduli dengan team karena dia punya agenda sendiri. Akhirnya kita semua sadar, people are unique, tidak pernah disangka, sudah diajak namun tidak ada nurani untuk bergreatful atau sekedar terima kasih. Tidak bisa dipaksakan namun kelihatan aneh saja, kok ada orang yang gitu ya.

Bayangkan saja, sudah kita ajak baik-baik, dia bersikap macam boss, kemudian tidak perduli dengan teman seperjalanan, karena sibuk dengan SMS dan telpon-nya. Kemudian yang paling parah adalah sering ngilang, sehingga kita sebagai teman perjalanan sering kelabakan mencari-cari dia. Sampai akhirnya kita tidak perduli lagi dia mau kemana. Sponsor perjalanan sampai bilang, teman kamu tuch kayaknya kelainan deh, tidak punya sopan santun dan sangat egois.

Disini saya belajar hal baru, konsistensi sangat penting dan kebersamaan adalah salah satu media penting untuk bersosialisasi. Entah sekedar menemani, ngobrol dan basa-basi adalah tools untuk mencapai kebersamaan. Karena dengan kebersamaan kita bisa menjalankan apa yang disebut dengan persahabatan dan ini dapat menjalankan apa saja tanpa beban dan iri dengki. Keakraban ini yang dikenal dengan tali persahabatan membuat perjalanan kemarin merupakan pengalaman tidak terlupakan. Saling sharing, tanpa hitungan baik tenaga, waktu maupun uang adalah wujud persahabatan yang tidak bisa hilang begitu saja.

Pengalaman ini menunjukan people are unique, but uniquness adalah media untuk kebersamaan. Anyone have tough of what is the best of their choice

Oktober 23, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Warung Kopi | | No Comments Yet

Berpikir Positif

Kemarin adalah hari yang sangat menyebalkan, biasa hari Kamis kataku. Entah mengapa, setiap kali hari Kamis datang, maka ada beberapa hal yang tidak berkenan di hati muncul dalam kehidupanku. Pagi hari sudah ada masalah dengan kerjaan sehari-hari, yaitu tidak ada kerjaan sama sekali. Email kosong, tidak ada tugas dan yang paling parah adalah tidak tahu harus ngapain. Siang hari muncul masalah kedua, saat temanku menginformasikan bahwa project yang sudah dijalani selama 1 tahun lepas dari tangan. Ini yang semakin membuat kepala sakit. Tambah lagi sore hari ketika ketemu teman yang lain mengatakan bahwa prinsipal tidak lagi bisa mensupport, karena dianggapnya project yang akan dijalankan terlalu kecil dan tidak memberikan margin yang menguntungkan. Gila ndak sich, project 5 juta dollar masih dianggap tidak fisible…dimana sich project yang sebesar itu dengan margin 20% dianggap tidak profit ? Dan yang terakhir adalah malam hari, saat nyonya rumah marah karena pulang kemalaman, padahal sudah diinformasikan bahwa ada dinner meeting, tapi yang bersangkutan tidak mau tahu, perang mulutlah malam itu sampai anak-anak terbangun. Lengkap sudah penderitaan dan permasalahan yang muncul hari itu.

Back to the title, berpikir positif, ada yang memberikan nasihat sederhana, apapun yang terjadi pasti ada hikmatnya. Suatu pemikiran yang sangat sederhana, dimana pemikiran ini muncul dari seseorang yang tidak tahu akar permasalahannya. Mengingatkan tapi juga menyebalkan. Kesalahan fatal dari miss interpreter yang menyebabkan saya berpikir, apakah harus begitu naif-nya. Kegagalan tuch harus dievaluasi, dimana salahnya dan apa penyebabnya bukan untuk direnungin hikmat-nya.

Saat ini kegagalan menimbulkan permasalahan yang terjadi, saat itu tidak pernah berpikir bahwa efek domino selalu hadir dalam kehidupan kita. Pengaruh dari suatu yang kita kerjakan akan mempengaruhi kerjaan yang lain. Semua ini adalah permasalahan sederhana yang menyebabkan munculnya masalah besar.

Kalau dilihat satu persatu, permasalahan pagi hari, dimana tidak ada kerjaan, adalah karena salah penempatan dimana kompetensi yang sebenarnya tidak muncul karena tidak pada posisi yang tepat, namun hal ini tidak bisa dihindari. Kesalahan akibat meremehkan someone, menyebabkan harus pindah posisi. Someone yang tidak pernah dilihat ternyata merupakan master mind dari semua kejadian yang menjadikan harus pindah. Someone ini pula yang mengatur agar project yang sedang dikerjakan bisa diambil alih, diatur sedemikian rupa sehingga bisa dialihkan secara halus kedalam tangannya. Setelah itu dia masukan rekanan yang dianggap pantas memberikan benefit untuk diatur memenangkan project ini. Suatu pemikiran yang sangat cerdik, karena kebetulan dia bisa terlibat dalam pengetesan dan pemilihan, seandainya ada aku, tidak mungkin dia bisa mengatur hal tersebut. Suatu pemikiran yang brilian, tidak menghadapi langsung musuh yang kuat. Memang langkah ini sangat tepat, dengan dorongan kebutuhan untuk mendapatkan dukungan politik, dukungan finansial serta mendapatkan kedudukan yang lebih baik, tidak ada masalah untuk menyikat lawan-lawannya. Someone yang begitu baik dimata orang-orang, dibelakangnya merupakan rubah berbulu domba. Cerdik tak terkira, namun memiliki kekejian yang luar biasa.

Cara ini juga memberikan benefit lain, yaitu mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi, karya orang lain diakui sebagai karyanya, entah sadar atau tidak, kemudian mengatur agar lawan-lawan politiknya untuk mendapatkan kedudukan disingkirkan satu demi satu mengandalkan kedekatan dengan Number 1. Suatu karya yang sangat luar biasa dan diluar dugaan, namun sangat efektif.

Inilah sumber kegagalan yang terjadi kemarin, saat kita sedang berada dipuncak, terkadang kita tidak pernah mengamati bawah atau samping kita. Kecenderungan untuk selalu melihat keatas agar bisa mencapai puncak tersebut menyebabkan kita tidak waspada, saat dijatuhkan orang lain.

Berpikir positif adalah suatu hal yang perlu dilakukan saat ini, bila kita merasa bahwa kita punya potensi, maka beberapa pelajaran berharga ini perlu disadari bahwa, saat kita mengarahkan mata kita menuju puncak, perlu disadari bahwa dibawah kita atau samping kita akan siap menerkam menjatuhkan kita. This is life and life is competition.

Oktober 5, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Warung Kopi | | No Comments Yet

WiMAX masih Lamaaaaaaaaaa………

Meski koneksi wireless berbasis WiMAX telah banyak di jumpai di beberapa negara –bahkan Indonesia– namun tampaknya perjalananan protokol anyar nirkabel ini bakal masih panjang.

Apa pasal? Ada persepsi yang salah di kalangan operator jaringan komunikasi bahwa WiMAX bakal menggantikan eksistensi mereka dengan Voip dan Internet. Tak hanya itu, kalangan pengembang mobile device masih ragu-ragu dengan masa depan, kompatibilitas serta dukungan terhadap protocol baru ini.

Melihat kondisi yang ada, tak heran jika kalangan pengamat memperkirakan dibutuhkan waktu paling cepat 10 tahun mendatang, untuk membuat WiMAX mampu mencapai kondisi seperti Wi-Fi saat ini.

Saat dikonfirmasikan mengenai kondisi ini, Sriram Viswanathan, vice president, Intel Capital and general manager, WiMAX Program Office, Intel Corporation di sela-sela acara IDF San Fransisco secara tegas menolak perkiraan tersebut. Kelambatan perkembangan teknologi WiMAX lebih dikarenakan fenomena teknologi baru ketimbang keengganan dukungan pihak lain. Intel sendiri selaku inisiator dari protokol IEEE 802.16 (WiMAX) merasa berkepentingan untuk menepis sentimen negatif semacam itu.

Sriram mengatakan, “Meski WiMAX saat ini belum sepopuler seperti Wi-FI, namun Intel melihat masa depan yang cerah dan harapan baru di protocol ini. Kami lebih melihat ke depan ketimbang proses yang ada saat ini.”

Sriram menambahkan saat ini Intel tengah memfokuskan pengembangan WiMAX sebagai protocol utama jaringan komunikasi di 10 wilayah dengan potensi komunikasi data terbesar yakni China, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, India, Jepang, Komunitas Uni Eropa, Brazilia, Kanada, dan Meksiko.

“Kami memastikan bahwa kehadiran WiMAX adalah sebagai pelengkap industri selular dan tidak akan mematikannya, protokol baru ini nantinya akan memberikan keuntungan bagi banyak pihak mulai dari penyedia jasa telekomunikasi, vendor mobile gadget, ISV, ISP hingga penggunanya handphone itu sendiri.” Tandas Sriram menegaskan.

Intel sendiri saat ini tengah menjalankan kerjasama dengan lima vendor pengembang notebook terkemuka yakni, Toshiba, Lenovo, Asus, Panasonic dan Acer untuk mengimplementasikan teknologi WiMAX di semua produk notebook berplatform Santa Rosa dan Montevina terbaru mereka.

Meski Intel sendiri tengah serius untuk mengembangkan protokol ini, tentunya dibutuhkan waktu untuk dapat mewujudkannya, Tampaknya jalan WiMAX memang masih panjang, Setidaknya tidak di tahun ini dan mendatang.

September 24, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Strategi, Strategik, Warung Kopi | | No Comments Yet

TELKOM dan ICON+

PT Telkom Tbk mengajak anak perusahaan PT PLN, PT Indonesia Comnet+ (Icon+) untuk menggelar operasi pelayanan bersama menggunakan infrastruktur jaringan yang dimiliki kedua belah pihak. Bentuk penawaran kerjasama itu sudah dibicarakan oleh masing-masing pihak dan diperkirakan akan mulai berjalan sejak awal 2008 mendatang.

Peluang kerjasama ini cukup baik bagi Telkom mengingat akses terkait jaringan PLN telah mencapai ke pelosok negeri , sehingga permasalahan jaringan dapat menjawab keinginan Telkom dengan mengakuisisi Icon+ serta perusahaan lainnya, PT Inti. Sebenarnya tidak ada program untuk mengakuisisi kedua perusahaan itu. Yang ada hanya perjanjian kerjasama business to business. Dengan PT Inti, kerjasama kami baru sebatas.

Hal ini dikuatkan pernyataan kedua perusahaan tersebut, baik Icon+ yang merupakan usaha PLN, maupun PT INTI sebelumnya telah mengatakan masih berat untuk diakuisisi Telkom. Keduanya mengaku masih bisa mengembangkan industrinya sendiri.

PT INTI memiliki fasilitas produksi seperti pabrik perakitan telepon, pabrik perakitan transmisi, laboratorium software komunikasi data, dan pabrik konstruksi dan mekanik.

Sedangkan Icon+ masih diperlukan oleh PLN untuk pengembangan data dan jaringan telekomunikasi perusahaan.

September 24, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Warung Kopi | | No Comments Yet

Perencanaan Submarine Cable Google

Sydney – Google bukan hanya jadi raksasa di internet, tapi mulai mengancam raksasa di industri telekomunikasi. Agar tak tergantung dengan raksasa lain, samudera Pasifik pun akan ditanami kabel.

Google dikabarkan sedang menjalankan rencana pembuatan kabel bawah laut melintasi Samudera Pasifik. Mereka diyakini telah melakukan pembicaraan dengan penyedia infrastruktur telekomunikasi di Sydney, Australia.

Seperti dikutip detikINET dari CommsDay, Senin (23/9/2007), kabel bernama ‘Unity Cable’ itu rencananya akan digelar pada 2009. Apabila benar, dan kabel itu sudah beroperasi, Google akan membebaskan diri dari membayar sewa ke perusahaan telekomunikasi raksasa Verizon.

Pihak Google masih merahasiakan hal ini. “Infrastuktur tambahan untuk internet adalah hal bagus untuk pengguna. Ada beberapa proposal untuk menambah kabel bawah laut di Pasifik, kami tak mau mengomentarinya,” tutur juru bica Barry Schnitt yang dikutip detikINET dari The Register.

Langkah ini menunjukkan upaya Google untuk makin menjadi raksasa di industri telekomunikasi. Di beberapa wilayah Google telah membuat kabel bawah tanah dan di Amerika Serikat Google dikabarkan ikut serta dalam tender untuk mendapatkan lisensi frekuensi nirkabel.

Wicaksono Hidayat – detikinet

September 24, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Tidak terkategori, Trend, Warung Kopi | | No Comments Yet

Tender USO

Pemerintah mengungkapkan alasan mengapa tender Universal Service Obligation (USO) untuk program telepon pedesaan selalu ditunda. Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh, mengibaratkan rencana pembangunan fasilitas telepon di desa-desa layaknya kendaraan angkutan umum pemerintah dari kota.

Ia mengatakan, telepon ke desa bukan hanya untuk kebutuhan layanan suara, tapi juga data. Oleh sebab itu, lanjutnya, akan disertakan pula program Community Access Point (CAP) sehingga desa menjadi telecenter.

“Namun, desa tidak akan jadi bertambah makmur karena warganya hanya akan menghabiskan uang untuk telepon-teleponan. Tender USO terhambat karena sedang dikoordinasikan dengan seluruh departemen demi menuntaskan kemiskinan di desa-desa,” urainya di hadapan para pengusaha TIK yang tergabung dalam Komite Tetap Kadin Telematika, di Wisma Kadin, Selasa petang (31/7/2007).

Menurut Nuh, dari seluruh departemen pemerintah, total dana yang dialokasikan untuk memberantas kemiskinan bisa mencapai Rp 51 triliun. Seluruh dana tersebut, lanjutnya, dipersiapkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan dengan skema yang terbaik.

“Pembangunan telepon cuma jadi vehicle (kendaraan pengangkut – red.) saja. Jadi, selain telepon, (program pengentasan kemiskinan – red.) yang lain bisa ikut masuk juga. Tujuannya demi pemberdayaan masyarakat,” jelas Nuh.

Pemerintah akan membatalkan dan mengulang kembali proyek penyediaan layanan telepon umum pedesaan atau Universal Service Obligation (USO) bila kuota peserta tender tidak terpenuhi.

“Minimal harus ada tiga perusahaan penyelenggara jaringan atau jasa telekomunikasi yang ikut dan menjadi pemenang dalam seleksi tender USO. Kalau tidak, terpaksa kita batalkan dan mengulangnya kembali,” ungkap Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto kepada detikINET, Senin (24/9/2007).

Sebelum mencapai tahapan seleksi, peminat proyek USO harus melewati rintangan prakualifikasi terlebih dahulu. Pendaftaran untuk prakualifikasi pun sejatinya telah dibuka sejak 21 September hingga 2 Oktober 2007.

Hingga kini telah tercatat empat perusahaan penyelenggara telekomunikasi yang mendaftarkan diri untuk prakualifikasi, yakni PT Telkom, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Citra Sari Makmur dan PT Powertel.

Gatot menuturkan, keempat calon peserta prakualifikasi tersebut berminat untuk mengikuti lelang di semua blok yang ditawarkan oleh Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP) Ditjen Postel.

“Kecuali hanya PT Powertel yang tidak bermaksud mengikuti lelang tersebut untuk blok Wilayah Pelayanan Universal telekomunikasi IV Kalimantan Barat dan Kalimantan tengah,” ujarnya.

Pengerjaan proyek USO di 38.741 desa itu akan dibagi dalam 11 blok geografis. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan selama lima tahun itu memiliki nilai pekerjaan sebesar Rp 1,1 triliun.

Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan wilayah yang akan mendapatkan porsi terbanyak dari program USO ini karena memiliki 10.520 desa dengan nilai pekerjaan tahap pertama sebesar Rp 358,339 miliar.

September 24, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Warung Kopi | | No Comments Yet

Prospek dan Target Bisnis Konten TELKOM

PT Telkom Tbk mempersiapkan diri untuk terjun total ke bisnis konten. Hal ini dilakukan demi mengikuti kecenderungan di industri telekomunikasi.

Tren yang terjadi saat ini, nilai bisnis dari penguasaan infrastruktur jaringan telekomunikasi cenderung turun. Sementara bisnis dari pemanfaatan nilai informasi justru meningkat. Telkom lebih fokus pada bisnis telekomunikasi. Di sisi lain apresiasi pengguna terhadap konten makin tinggi. Sekarang ini, eranya itu industri kreatif dan konseptual. Eranya para kreator dengan pendekatan empati, kalau Telkom mau unggul ke depan harus mengikuti.

Langkah awalnya, Telkom akan mendistribusikan konten dari Indonesia Digital Community (Indigo). Ke depannya, komunitas lain bisa jadi akan dijaring, tidak menutup kemungkinan Telkom memproduksi konten sendiri.

Tahun ini nilai bisnis konten mencapai sekitar Rp 2 triliun di Indonesia. Dari nilai itu, diperkirakan TELKOM hanya mendapatkan 2 persen. Dengan mulai memasuki bisnis konten, Telkom mengincar 20-30 persen dari nilai bisnis konten di Indonesia pada 2012.

September 24, 2007 Ditulis oleh henrisetiawan | Contents, Warung Kopi | | No Comments Yet