Pelajaran Trip Malaysia : People are Unique   Leave a comment

Minggu lalu saya diajak teman ke Malaysia, kita berangkat berlima dengan tujuan trip to Malaysia for playing around. Baru kali ini saya pergi tanpa membawa komputer notebook dan tujuan hanya untuk main. But, anyway ini adalah trip yang cukup menyenangkan. Berlima kita baru kenal beberapa waktu yang lalu saat ada training di Bandung dan kita merasa cocok satu dengan yang lain. Beberapa kali kita hanya sempat ketemu virtual karena memang saya ada di Bandung dan mereka kebanyakan ada di Jakarta.

Tanggal 17 Oktober 2007, sebagai waktu yang telah disepakati, kita bertemu di McDonald Terminal 2D Jakarta. Pagi itu karena merasa akan macet, saya berangkat pagi-pagi sekitar jam 5 untuk mengejar pesawat jam 11. Terlalu pesimis sebenarnya namun hal ini karena pengalaman sebelumnya bahwa arus balik biasanya sangat ramai, lebih baik agak maju berangkatnya. Namun ternyata prediksi saya salah, 2 jam waktu tempuh sudah masuk ke Cengkareng, quite surprise but it is true. Jam 7.15, saya sudah turun di Terminal 2D, celingukan tanpa tujuan karena prediksi yang salah tadi. Langsung saja saya menuju ke McDonald, sambil nunggu dan sarapan.

Setelah membeli double cheese burger packet, langsung aja menuju ketempat saya menaruh tas, ternyata tempat tadi sudah ada orang yang duduk dengan seenaknya saja, padahal ada tas saya disitu sebagai tanda ada yang nempatin. But, pagi itu saya merasa malas untuk debat, saya ambil tas dan pindah. Ada 2 pemikiran saya melihat orang tadi, orang itu masih muda perawakan sedang, macam orang Sumatera. Satu hal yang saya pikirkan adalah may be that person is a thief, karena dia langsung duduk ditempat yang sudah ada tas orang lain. Kedua adalah pemikiran orang tersebut memang dari kampung yang kurang ngerti tata krama. Jadi dengan seenaknya saja dia duduk ditempat orang. Anyway, that kind of person memang banyak di Indonesia, hanya mau enaknya saja tanpa mikirin orang lain. Yang penting enak…..kata salahsatu promosi iklan.

Sambil sarapan, saya call teman-teman, satu orang ternyata sudah datang duluan, quite surprise karena dia tidak menunggu ditempat yang sudah dijanjikan. Dia lebih memilih untuk menunggu di Dunkin Donut didalam, untuk sarapan Sandwitch. Lho kok gitu ya, pemikiran saya, mungkin karena memang dia ndak suka McDonald. Namun dari telpon, alasan dia adalah karena panas di luar. Ok, that make sense.

Teman lain belum datang, karena memang mereka berdomisilit di Jakarta sehingga masih terlalu pagi untuk datang. Anyway, saya menikmati kesendirian dengan double cheess tadi.

Setengah sembilan, teman saya masih belum mau datang ke McDonald, dia bilang mendingan nunggu di Dunkin Donut, ok deh….saya nunggu aja di McDonald karena memang kesepakatan demikian, kepikiran juga untuk pindah namun khawatir teman-teman lain bingung. Konsisten dengan perjanjian awal karena 3 orang lagi masih belum hadir. Tak lama, datang satu orang teman, dengan membawa tas besar, quite surprise karena saya ndak menyangka perlu membawa tas sebesar itu, sewaktu datang saya tanyain, wah mau borong nich bawa tas segitu besar. Dia bilang langsung ke saya, daripada harus beli tas lagi, mendingan bawa yang besar. Tipikal yang tidak bisa dipungkirin, pelancong Indonesia memang terkenal untuk royal dalam belanja, beli tas untuk barang-barang yang dibeli sudah menjadi suatu tradisi tersendiri.

Waktu terus berlalu, teman saya menanyakan siapa yang sudah datang, saya bilang satu sudah datang tapi nunggu didalam, panas katanya. Ok, kalau gitu kita tunggu saja disini. Tak lama 2 orang orang lagi datang, mereka langsung menuju McDonald karena memang tempat itu adalah tempat perjanjian pertemuan.

Disini saya belajar mengamati konsitensi, secara sadar maupun tidak suatu komitmen memang harus dipegang, bila tadi saya ikutan pindah kedalam memang secara lokasi lebih enak untuk saya karena lebih sejuk, namun akan mempersulit teman-teman yang lain karena perjanjian pertemuan diluar. Kondisi ini memperlihatkan bahwa konsistensi dari awal memang perlu dipegang.

Satu hal kenapa teman saya didalam ndak mau keluar ternyata dia bertemu dengan salah satu TKW yang mau ke Brunei, sehingga dia melupakan teman-teman lain yang menunggu di McDonald, dongkol juga sich kita yang nungguin dia, namun karena baru kenal, kita anggap it is just a joke.

Ternyata memang teman kita yang satu itu unique sekali, setelah kita cari kedalam, kita bertemu untuk bagi-bagi ticket pesawat, setelah itu dia ngilang lagi….kita pikir adalah ke toilet, namun tak lama dia sms, kenapa lama sekali diluar, sudah ditunggu nich didalam. Sialan juga, kita nungguin dia, eh..malahan tanpa basa-basi dia bilang ngapain nunggu diluar….kita ketawa juga, karena masih berpikir ini adalah joke.

Namun ternyata ini adalah tipikal teman satu itu, dia cenderung untuk berjalan sendiri, tidak perduli dengan team karena dia punya agenda sendiri. Akhirnya kita semua sadar, people are unique, tidak pernah disangka, sudah diajak namun tidak ada nurani untuk bergreatful atau sekedar terima kasih. Tidak bisa dipaksakan namun kelihatan aneh saja, kok ada orang yang gitu ya.

Bayangkan saja, sudah kita ajak baik-baik, dia bersikap macam boss, kemudian tidak perduli dengan teman seperjalanan, karena sibuk dengan SMS dan telpon-nya. Kemudian yang paling parah adalah sering ngilang, sehingga kita sebagai teman perjalanan sering kelabakan mencari-cari dia. Sampai akhirnya kita tidak perduli lagi dia mau kemana. Sponsor perjalanan sampai bilang, teman kamu tuch kayaknya kelainan deh, tidak punya sopan santun dan sangat egois.

Disini saya belajar hal baru, konsistensi sangat penting dan kebersamaan adalah salah satu media penting untuk bersosialisasi. Entah sekedar menemani, ngobrol dan basa-basi adalah tools untuk mencapai kebersamaan. Karena dengan kebersamaan kita bisa menjalankan apa yang disebut dengan persahabatan dan ini dapat menjalankan apa saja tanpa beban dan iri dengki. Keakraban ini yang dikenal dengan tali persahabatan membuat perjalanan kemarin merupakan pengalaman tidak terlupakan. Saling sharing, tanpa hitungan baik tenaga, waktu maupun uang adalah wujud persahabatan yang tidak bisa hilang begitu saja.

Pengalaman ini menunjukan people are unique, but uniquness adalah media untuk kebersamaan. Anyone have tough of what is the best of their choice

Posted Oktober 23, 2007 by K-K-K in Warung Kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: