Kekuatan Latheral Marketing   Leave a comment

Dua minggu terakhir ini, saya keliling di Jakarta Pusat dan Batam, melihat kondisi pemasaran PSTN yang senantiasa turun. Satu hal yang mirip antara Jakarta Pusat dan Batam adalah Sales Force yang begitu semangat, bayangkan saja dengan gaji minimal, mereka bisa membawa revenue hampir 60% dari total sales. Kalau memang ditanggapi dengan baik, maka sales PSTN tidak akan turun sedrastis saat ini, namun karena kondisinya memang benar-benar parah, maka PSTN dianggap tidak lagi prospektif.

Kenapa saya mengatakan parah, saat sales melonjak akibat tingginya demand, sales yang begitu mudah diperoleh tetapi tidak ditindaklanjuti dengan after sales yang benar, artinya setiap sales tidak diikuti dengan pemberian barang secara tepat waktu, ada saja kendala yang dihadapi mulai dari keterbatasan alat produksi sampai dengan alasan keterbatasan SDM. Suatu alasan klasik yang sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi.

Latheral marketing merupakan sales yang telah dilakukan Telkom selama ini, namun sales yang terjadi tidak bisa diwujudkan menjadi revenue real. Dijaman yang serba cepat seperti saat ini, masih ada perusahaan yang tidak tahu harus berbuat apa karena produk-nya turun. Tidak ada salahnya untuk leading supply, karena customer butuh cepat dan yang paling penting kualitas layanan sendiri menjadi hal yang paling krusial.

First Media saja yang sekedar ganti baju dari Kabelvision, belum berubah secara pelayanan, namun dari segi performansi lebih  baik sekalipun yang dilakukan hanya sekedar mengganti CMTS, namun dampak ke masyarakat sangat besar, customer puas. Sedangkan dilihat dari segi kualitas, dengan dibukanya port-port akses, customer begitu haus untuk download memakan bandwidth yang menjadi media marketing First Media, namun ini hanya temporary, setelah customer terbius, apapun bisa dijadikan alasan.

Pelajaran demi pelajaran semakin banyak dan menarik untuk dipelajari, namun masalahnya adalah bagaimana bisa diterapkan diperusahaan Telkom ini. The question is not about how, but whom we need to influence.

Posted November 20, 2007 by K-K-K in Warung Kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: